Implementasi

Tempat Karantina Penanganan Covid-19 Ditambah, Gubernur Juga Minta Kerahkan Semua Sumber Daya

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel), bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran virus.
Salah satu upaya dari Pemprov dan GTPP Kalsel yakni melakukan penambahan tempat karantina khusus pasien. Setelah sebelumnya mempunyai 4 tempat karantina khusus yakni Balai Diklat di Jalan Ambulung Banjarbaru, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) di Jalan Mistar Cukrokusumo, Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) di Jalan Panglima Batur Banjarbaru, serta Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin.
Koordinator Karantina Khusus GTPP Covid-19 Kalsel, Sukamto, menyampaikan, melihat kurva covid yang masih meningkat maka pihaknya kembali menyiapkan dua tempat karantina khusus. Satu SPN Banjarbaru dan satu lagi SLB C Pembina Banjarbaru.
“Saat ini kami baru supervisi tempat, kami sedang menyusun segala sesuatunya.
Apa yang diperlukan harus kami penuhi terlebih dahulu,” tuturnya.
Ia menambahkan, selain penambahan tempat karantina, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, juga menekankan agar seluruh sumber daya dikerahkan untuk melaawan penyebaran wabah virus Corona.
“Gubernur Kalsel, dalam setiap pertemuan menegaskan semua sumber daya harus diarahkan serta dimaksimalkan untuk membantu masyarakat,” terangnya usai pelepasan tamu karantina yang sembuh di Gedung BPSDM Kalsel, Banjarbaru.
Sukamto juga menjelaskan, gubernur dan semua tim gugus tugas menaruh perhatian besar atas upaya percepatan penanganan. Semua stakeholder dan komponen didukung TNI/ Polri telah bekerja maksimal.
Dari hasil kerja bersama itu, penangan terus menunjukan peningkatan. Terbukti dari banyaknya tamu karantina atau pasein yang sembuh dari paparan Covid-19.
“Sampai sekarang total tamu Covid-19 berjumlah 698 orang. Kesembuhan di karantina secara keseluruhan 418 orang, 60 persen sembuh,” jelas Sukamto.
Dikatakan Sukamto, rata-rata tinggal tamu karantina 25 hari dengan catatan daftar tunggu swab 24 hari. Disebutkana, jika hasil swab bisa didapat dalam sehari maka lama tinggal tamu karantina juga akan berkurang.
“Misal hasil swabnya 7 hari keluar maka mereka akan tinggal 18 hari.
Yang sembuh hari ini (kemarin, red) swab terakhir dikirim 24 Juni silam,” bebernya.
Ditanya penggunaan SLB C apakah tidak mengganggu pendidikan? menurutnya, SLB saat ini tidak digunakan, sekarang masih survey tempat dan proses izin penggunaan, jika izin sudah keluar kami identifikasi apa saja yang diperlukan.(azka/adv)
Editor : Amran
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top